Arianto: RT Bisa Usul HP Android untuk Penguatan Data Kependudukan
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-Dalam
mendukung tugas fungsi Rukun Tetangga (RT), dalam hal ini melakukan penguatan
pendataan kependudukan maka RT bisa mengadakan fasilitas HP Android melalui
program 50 juta per RT pada 2023 ini.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
(DPMD) Kukar Arianto mengatakan, pengadaan fasilitas android berupa HP kepada
RT se Kukar tidak semerta merta diberikan begitu saja, pengadaan tersebut
diusulkan melalui program 50 juta per RT, dengan tujuan memudahkan pendataan
pada tingkat RT.
"Baik data kependudukan, kemiskinan,
sebab tugas dan fungsi RT yang kita tugaskan untuk memvalidasi data kemiskinan
yang berada pada DTKS, dan ini termasuk program Rumah Besar Pengentasan
Kemiskinan (RBPK) juga. Jadi HP itu terdapat aplikasi RPBK dan
kependudukan," kata Arianto kepada Poskotakaltimnews, Selasa (14/3/2023).
Sehingga RT bisa menyampaikan data data
tersebut, langsung terhubung kepada kelurahan, desa dan kecamatan, maupun kabupaten.
Agar program pemerintah bisa tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Adapun spesifikasi HP yang diusulkan
melalui program 50 juta per RT ialah, HP yang senilai sekitar Rp, 2,5 juta,
memiliki Random Access Memory (RAM) 4 GB, paling tidak bisa menginstal 2
aplikasi tersebut, untuk penguatan pendataan," ungkapnya
Sementara bagi RT yang tidak mau mengusulkan
HP juga tidak jadi masalah, namun ketika diberi tugas dan mengalami kendala
pada teknologi jangan mengeluh, atau bahkan beralasan memori penyimpanan penuh,
dan mengakibatkan tidak maksimalnya penguatan pendataan.
"Yang memegang HP tersebut tidak harus
Ketua RT, jika Ketua RT-nya gaptek bisa pengurus RT yang mengoperasikan HP
tersebut, ada Sekretaris dan Bendahara RT, sebelum mengoperasikam akan kita
berikan bimtek terlebih dahulu," ucapnya.
Ia juga menyebutkan, aset tersebut merupakan
aset pemerintah desa maupun pemerintah Kelurahan, sehingga perlu dijaga dengan
baik. Dan terkait paket data juga bisa diambilkan dari program 50 juta per RT.
"Program tersebut bukan bantuan, tapi
berbentuk program untuk mendukung kegiatan RT," jelasnya.
Dirinya juga telah berkoordinasi dan
bersinergi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kukar, untuk
melakukan penguatan jaringan terhadap area yang sulit dan blankspot. Sebab saat
ini semuanya berbasis digital yang memerlukan jaringan.
"Kami sudah menjalankan intruksi Bupati,
bahwa kita di Kukar ini sudah digitalisasi, jadi masing masing OPD sudah
menjalankan perannya, khususnya Diskominfo pasti mengoptimalisasi dan
inventarisir desa man yang belum bagus jaringannya, dan mereka memiliki tugas
untuk menyelesaikan itu, kalau di kami bagaimana optimalisasi bisa menggunakan
digital dalam setiap pelayanan," tutupnya.(riz/adv)